Minggu, 15 Maret 2009

Direktur Ditembak Usai Main Golf


Keluarga Seperti Tak Kenali Nasrudin
Hery Winarno - detikNews


Jakarta - Suasana mengharu biru terasa di lorong ruang ICU lantai 2 RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Sejumlah keluarga Nasrudin Zulkarnaen tampak menanti giliran untuk menjenguk. Yang sudah menjenguk pun memilih berdiri di luar ruang inap.

"Saya sampai tidak mengenali Nas (panggilan akrab Nasrudin-red) lagi. Mukanya bengkak seperti bola dipompa,'' ujar Nanan, kerabat korban, yang baru saja menjenguk Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) tersebut, Minggu (15/3/2009).

Air mata Nanan tampak meleleh. Di samping dia, tampak anggota keluarga/kerabat lainnya. Raut sedih terpancar di wajah mereka.

Hingga Saat ini Nasrudin masih kritis, belum sadar. Keluarga dan kerabat Nasrudin terus mengalir menjenguk Nasrudin yang masih terbujur di ruang ICU dengan kepala terbungkus perban.

Sabtu, 14 Maret 2009

Dirut PT Putra Rajawali Banjaran ditembak


Headline News / Nusantara / Sabtu, 14 Maret 2009 23:02 WIB

Metrotvnews.com, Tangerang: Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen ditembak di bagian kepala. Korban didor di dalam mobil sekitar 200 meter dari gerbang padang golf di Perumahan Modern Land, Tangerang, Banten, Sabtu (14/3).

Nasrudin yang memimpin anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia sempat dirawat di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Mayapada, Tangerang. Tapi nyawanya tetap tak tertolong.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Irawan mengatakan, belum mengetahui motif di balik kasus ini. Tapi ada dugaan soal bisnis.(ICH)

Minggu, 08 Maret 2009

DIB Didesak Tawarkan Capres Hasil Konvensi ke Parpol


Jakarta - Dewan Integritas Bangsa (DIB) telah mengakhiri konvensi mencari sosok bakal capres yang akan didukungnya dalam Pilpres 2009. Meski belum diumumkan, DIB diminta menawarkan hasilnya ke partai-partai yang sudah memiliki capres dan yang belum.

"Agar publik menilai tidak sia-sia, DIB sebagai penyelenggara konvensi harus menindaklanjuti hasil konvensi. Caranya, tawarkan semua capres yang ikut konvensi ke partai-partai," kata capres konvensi DIB, Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Minggu (8/3/2009).

Menurut politisi muda Golkar ini, dengan cara itulah DIB akan dapat menilai apakah lembaganya memiliki kekuatan yang diperhitungkan atau tidak. Selain itu DIB akan menjadi contoh pembelajaran positif dalam membangun demokrasi di Indonesia karena telah mengajarkan pendidika dan terobosan politik dengan menggelar seleksi calon pemimpin nasional.

"Jadi, DIB tinggal merekomendasikan Rizal Ramli, Marwah Daud, Bambang Sulastomo dan saya kepada para capres yang sudah deklarasi sebagai cawapres. Untuk Rizal yang sudah didukung beberapa partai, tinggal dibantu memperkuatnya," paparnya.

Meski demikian Yuddy menilai sistem konvensi ala DIB masih banyak kekurangan. Seperti sistem penilaian peserta konvensi dan kualitas tim penilai yang dibawah standar. Faktor inilah yang menyulitkan DIB mengambil keputusan mengenai sosok pemenang capres.

"Kalau DIB memutuskan satu pemenang memang akan kesulitan karena sistemnya banyak kekurangan. Seperti Rizal yang kadang tidak hadir, banyak penilai yang kualitasnya di bawah standar. Jadi susah menilainya. Namun, langkah DIB ini merupaka terobosan luar biasa, hanya tingga bagaimana selanjutnya," paparnya.

Bagaimana jika setelah ditawarkan kepada parpol dan capres yang ada tidak mendapatkan respon positif?

"Apapun hasilnya, yang penting kita sudah berusaha. Apalagi sampai saat ini, belum ada satu partai pun yang akan mendukung para capres yang ikut dalam konvensi DIB," pungkas anggota Komisi I DPR ini. ( yid / lh )

Muhammad Nur Hayid - detikPemilu

Rabu, 25 Februari 2009

Cawapres Pendamping Prabowo: Laki-laki dan Sipil

Muhammad Nur Hayid - detikPemilu


Jakarta - Dilihat dari polling, antusiasme masyarakat terhadap Partai Gerindra terus meningkat. Didukung oleh data internal yang kuat, Prabowo Subianto semakin mantap untuk maju sebagai capres melawan SBY dan Mega. Cawapres Prabowo pun konon sudah berada di kantong mantan Pangkostrad itu. Dia seorang laki-laki dan sipil. Benarkah?

Sumber detikcom di DPP Partai Gerindra menyebutkan bahwa di sela-sela kesibukannya dalam melakukan sosialisasi pencapresan, Prabowo sudah menyeleksi beberapa nama tokoh nasional yang akan digandeng dalam pilpres 2009. Nama itu sudah di tangan Prabowo meski belum diumumkan.

"Beliau (prabowo) sudah pegang nama. Dia itu laki-laki dan sipil. Itu saja dulu," kata sumber detikcom di DPP Partai Gerindra, Kamis (19/2/2009).

Menurut sumber tersebut, untuk menyukseskan calonnya sebagai presiden terpilih, Partai Gerindra sudah membentuk Badan Pemenangan Presiden (BPP). Badan ini akan dipimpin oleh seorang yang sudah dikenal publik. "Saat ini sudah ada persiapan Badan Pemenangan Presiden. Ketuanya orang yang sudah dikenal lah," kata sumber tersebut.

Detikcom lalu mengkonfirmasi mengenai cawapres Prabowo kepada Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Amran Nasution. Menurut mantan politisi PBR ini, partainya memang sudah menentukan nama-nama cawapres Prabowo. Namun, keputusan akhirnya berada di tangan mantan menantu Soeharto itu.

"Loh kemarin kan sudah diumumkan nama-namanya. Terus kemudian akan diseleksi
tunggu saja lah. Yang itu hanya Pak Prabowo yang tahu," kata Amran pada
detikcom.

Saat ditanya apakah calon pendamping Prabowo itu seorang sipil dan laki-laki, Amran meminta untuk bersabar sampai diumumkan setelah pemilu legislatif. "Ah, jangan terlalu jauh-jauh dulu lah. Kita tungu saja setelah pemilu legislatif," pungkas Amran. ( yid / asy )

Deddy Mizwar Didorong Maju Capres Sejak 3 Bulan Lalu

Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Pemenangan Deddy Mizwar for President, Mukhlis Gumilang, mengaku bahwa proses pencalonan pemeran film Nagabonar, Deddy Mizwar, sebagai capres diputuskan sejak 3 bulan lalu. Sebelum itu, tim masih melakukan perdebatan dan pembahasan serius mengenai persoalan bangsa dan solusinya.

"Kalau keputusan harus maju sendiri sebagai capres itu sekitar 3 bulan lalu. Tapi kami diskusi mengenai masalah bangsa ini dan bagaimana solusinya sudah sejak bertahun-tahun," kata Mukhlis pada detikcom, Kamis (26/2/2009).

Menurut Mukhlis, setelah melakukan refleksi panjang mengenai perjalanan bangsa dan nasib rakyat yang tak kunjung sejahtera, disimpulkan bahwa selama ini kemerdekaan yang sudah berumur 65 tahun belum dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Hal itu disebabkan karena para pemimpin bangsa yang diberi amanat untuk mengisi kemerdekaan mengkhianati sumpah dan janjinya untuk menyejahterakan seluruh rakyat.


"Kita semua sepakat kenapa setelah merdeka sekian lama, kok nasib rakyat gitu-gitu aja. Akhirnya, kita berfikir semua ini karena kita memilih pemimpin yang salah. Semantara Pilpres 2009 yang kita harapkan menjadi titik perubahan, ternyata didominasi oleg capres itu-itu saja," papar Mukhlis.

Atas dasar memberikan alternatif pilihan yang lebih baik, sosok Deddy Mizwar didorong sebagai capres. Deddy yang memang tidak pernah bergelut dengan dunia politik praktis pun awalnya menolak. Tetapi karena semangat memberikan harapan akan perubahan dan harapan yang lebih baik, Deddy pun siap menjadi 'tumbal'.

"Setelah kita pikir, siapa yang kira-kira bisa didorong sebagai capres alternatif memecah kebuntuan masyarakat ini, kita mentok. Akhirnya, dengan pengalamannya yang ada, kita sepakat mendorong Deddy Mizwar. Kita meyakini dia punya komitmen dan hati nurani untuk memperbaiki nasib bangsa ini," jelas Mukhlis.

Mukhlis menegaskan, pilihan Deddy dan timnya untuk maju dalam Pilpres 2009 ini
semata-mata didasarkan oleh keinginan mengubah sistem yang saat ini sangat tidak kondusif bagi munculnya pemimpin terbaik bangsa. Hal itu disebabkan karena saluran politik yang ada disumbat oleh partai-partai besar yang tidak menginginkan kekuasaanya tergerus.

"Kami tidak punya target yang muluk-muluk. Kalau pencalonan Deddy ini disambut masyarakat dan didukung, kita akan bawa perubahan. Kalau tidak, paling tidak, kita sudah berusaha untuk ikut berkontribusi memperbaiki nasib bangsa ini," pungkasnya. ( yid / nrl )

Senin, 23 Februari 2009

Ini Dia! Daftar Pemenang Academy Awards 2009

Hollywood - Ajang penganugerahan Academy Awards ke 81 telah usai. Film 'Slumdog Millionaire', aktor Sean Penn dan aktris Kate Winslet keluar sebagai jawaranya.

Ajang penghargaan untuk para pekerja di bidang film yang paling bergengsi itu digelar meriah di Kodak Theatre, Hollywood pada Minggu (22/2/2009). Siapa saja yang jadi pemenangnya? ini dia daftar lengkapnya:

Best Motion Picture of the Year: 'Slumdog Millionaire'
Actor in a Leading Role: Sean Penn - 'Milk'
Actress in a Leading Role: Kate Winslet - 'The Reader'
Actor in a Supporting Role: Heath Ledger - 'The Dark Knight'
Actress in a Supporting Role: Penelope Cruz - 'Vicky Cristina Barcelona'
Directing: Danny Boyle - 'Slumdog Millionaire'
Adapted Screenplay: Simon Beaufoi - 'Slumdog Millionaire'
Original Screenplay: Dustin Lance Black - 'Milk'
Best Animated Feature Film of the Year: 'Wall-E'
Best Documentary Feature: 'Man on Wire'
Best Foreign Language Film of the Year: 'Departures' - Japan
Achievement in Art Direction: 'The Curious Case of Benjamin Button'
Cinematography: Anthony Dod Mantle - 'Slumdog Millionaire'
Costume Design: Michael O'Connor - 'The Duchess'
Film Editing: Chris Dickens - 'Slumdog Millionaire'
Makeup: Greg Cannom - 'The Curious Case of Benjamin Button'
Original Score: A.R. Rahman - 'Slumdog Millionaire'
Original Song: 'Jai Ho' (Slumdog Millionaire)
Sound Editing: Richard King - 'The Dark Knight'
Sound Mixing: 'Slumdog Millionaire'
Visual Effects: 'The Curious Case of Benjamin Button'
Best Documentary Short Subject: 'Smile Pinki'
Best Animated Short Film: 'La Maison en Petits Cubes'
Best Live Action Short Film: 'Spielzeugland'
(hkm/hkm)
www.detik.com

Minggu, 22 Februari 2009

Heath 'Joker' Ledger Jawara!

Han Kristi - detikMovie

Jakarta - Doa para penggemar aktor Heath Ledger terkabul. Aktor idola mereka itu berhasil dinobatkan sebagai Aktor Pendukung Terbaik di Academy Awards 2009.

Seperti detikhot kutip dari situs resmi Academy Awards, Senin (23/2/2009), sejarah kembali terulang. Lewat aktingnya yang ciamik di 'Dark Knight', Heath Ledger menjadi aktor kedua yang menerima piala tersebut setelah meninggal dunia. Malam itu, kedua orangtua dan adiknya mewakili almarhum menerima piala Aktor Pendukung Terbaik.

Hal itu sebelumnya pernah terjadi pada 1976. Aktor Peter Finch dinobatkan sebagai Aktor Terbaik lewat aktingnya di 'Network'.

Sementara 'Slumdog Millionaire' berhasil mendapat piala ke duanya. Film besutan Danny Boyle itu dengan sukses membawa pulang piala Sinematografi Terbaik. (hkm/hkm)